Duh! Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid19, China Diprotes

Duh! Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid19, China Diprotes - Hai sahabat Keparat(*Kebumen Punya Anak Rantau*) , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Duh! Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid19, China Diprotes, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel travel, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.



Judul : Duh! Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid19, China Diprotes
link : Duh! Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid19, China Diprotes

Baca juga


Duh! Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid19, China Diprotes

Duh! Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid19, China Diprotes

China diprotes karena mewajibkan beberapa pelancong yang datang dari luar negeri untuk melakukan tes usap anal sebagai deteksi Covid-19.

Jepang jadi salan satu negara yang memprotes kebijakan tersebut. Dilansir dari Nytimes, mereka telah meminta China untuk membebaskan warganya dari tes tersebut.

"Beberapa warga Jepang melaporkan ke kedutaan kami di China bahwa mereka menerima tes usap anal, menyebabkan rasa sakit psikologis yang hebat," kata Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato dilansir dari BBC.

Tak hanya Jepang, Departemen Luar Negeri AS juga telah melayangkan protes ke pemerintah China setelah beberapa diplomatnya diharuskan melakukan tes usap anal. Dalam hal ini, pejabat China membantahnya.

Adapun, Media pemerintah China telah melaporkan dalam beberapa minggu terakhir bahwa tes usap anal akan digunakan untuk beberapa kasus.

Itu karena beberapa dokter dan peneliti di sana menganggap tes usap anal lebih dapat diandalkan daripada tes usap hidung dan tenggorokan.

Dilansir dari CNN, dokter penyakit menular di China bernama Li Tongzen mengungkapkan bahwa tes tersebut ditujukan untuk pasien tanpa gejala atau yang pulih dari Covid-19 dengan cepat.

“Mungkin tes tenggorokan tidak akan efektif untuk orang-orang ini dalam tiga hingga lima hari,” ujar Li Tongzeng.

Akan tetapi, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Christian Lindmeier dilansir dari Reuters, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap merekomendasikan tes spesimen saluran pernapasan karena memberikan sampel terbaik.

Selain itu dikutip dari The Global Times, pakar lain yakni Wakil Direktur Departemen Biologi Patogen Wuhan University, Yang Zhanqiu mengungkapkan, tes usap hidung dan tenggorokan masih paling efektif karena virus menular melalui saluran pernapasan.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Kenapa Wallpaper Ponsel Gelap Sangat Direkomendasikan?? Bisa Menghemat Baterai!

Mengenal Pengertian dan Istilah Syntax Dalam Pemrograman


(KOM)(MLS)