Update Terbaru, Ini Alasan Sandiaga Ingin Segera Kembangkan Sport Tourism

Update Terbaru, Ini Alasan Sandiaga Ingin Segera Kembangkan Sport Tourism - Hai sahabat Keparat(*Kebumen Punya Anak Rantau*) , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Update Terbaru, Ini Alasan Sandiaga Ingin Segera Kembangkan Sport Tourism, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel travel, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.



Judul : Update Terbaru, Ini Alasan Sandiaga Ingin Segera Kembangkan Sport Tourism
link : Update Terbaru, Ini Alasan Sandiaga Ingin Segera Kembangkan Sport Tourism

Baca juga


Update Terbaru, Ini Alasan Sandiaga Ingin Segera Kembangkan Sport Tourism

Update Terbaru, Ini Alasan Sandiaga Ingin Segera Kembangkan Sport Tourism

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ingin segera bergerak dengan cepat untuk mengembangkan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism).

Menurut dia, wisata olahraga merupakan bagian dari pariwisata berkualitas yang menguntungkan lantaran target pasarnya sangat spesifik dan tersegmentasi dengan baik.

“Ini sangat berpotensi untuk menjadi pandemic winner. Potensinya sekitar 600 miliar dollar AS per tahun atau tumbuh signifikan sebesar 6 persen per tahun sebelum pandemi Covid-19,” kata Sandiaga dalam rekaman yang Kompas.com terima, Selasa (5/1/2021).


Pariwisata berkualitas adalah di mana seorang wisatawan melakukan pengeluaran yang tinggi ketika berkunjung ke suatu destinasi.

Adapun, perhitungan tersebut berdasarkan data yang telah Kemenparekraf kumpulkan dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO).

Berdasarkan paparan Sandiaga, UNWTO menyatakan bahwa pariwisata berbasis olahraga menyumbang 25 persen dari total penerimaan industri perjalanan dan pariwisata.

Lihat Foto

SHUTTERSTOCK / Daxiao Productions

Ilustrasi golf - Seorang pemain golf di lapangan golf.

Kompas.com coba mengklarifikasi hal tersebut kepada Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Agustini Rahayu, Selasa.

Menurut data yang diberikan, pariwisata berbasis olahraga memiliki potensi 600 miliar dolar AS secara global.

Sebanyak 25 persen porsi yang disumbangkan oleh jenis kegiatan wisata tersebut pun merupakan porsi skala global.

“Untuk meraih pariwisata berkualitas, kita dapat ditopang dengan pariwisata berbasis olahraga. Dan ini merupakan bagian dari portofolio produk wisata Indonesia yang secara konsisten didukung pengembangan dan diversifikasinya,” ujar Sandiaga.

Menurutnya, pengembangan pariwisata berbasis olahraga merupakan salah satu pendekatan pariwisata berkualitas yang berbudaya, berkearifan lokal, dan berbasis keberlanjutan.

Dengan dikembangkannya salah satu jenis pariwisata tersebut, dia berharap agar perekonomian masyarakat yang terpuruk dapat mengalami peningkatan.

“Juga membuka peluang kerja, mempertahankan sektor dari keterpurukan, dan juga tidak menimbulkan efek sampah, dan sebagainya,” sambung Sandiaga.

Dampak yang menyeluruh

Sandiaga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan acara wisata olahraga tidak hanya memiliki dampak terhadap penjualan kamar atau jumlah wisatawan yang datang.

Adanya acara wisata olahraga menurutnya juga dapat berdampak pada seberapa besar pengeluaran yang dilakukan wisatawan yang hadir dalam acara tersebut.

“Dari dampak ke lingkungan yang jauh dikelola dan memiliki aspek berkelanjutan,” ujarnya.

Kerja sama dengan Kemenpora

Dalam mengembangkan pariwisata berbasis olahraga, Sandiaga mengungkapkan bahwa pihaknya turut bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Melalui kerja sama tersebut, pihaknya telah berdiskusi dengan Menpora Zainudin Amali pada Selasa untuk membicarakan pengembangan acara wisata olahraga berskala besar.

“Event wisata yang memiliki skala yang boleh disebut sebagai Mega Event ini yang pak Presiden titip setahun sekali,” ujar Sandiaga.

Untuk banyaknya acara wisata olahraga yang akan diselenggarakan, dia berencana untuk menggelar satu acara dalam enam bulan.

Ada juga rencana pagelaran Mega Event yang dilakukan setiap tiga bulan sekali, Local Event setiap sebulan sekali, dan Community Event setiap seminggu sekali.

“Untuk yang Community, dapat dibuat mungkin setiap minggu dan dapat ditunjukkan sebagai atraksi wisata olahraga utama,” tuturnya.

Kendati dirinya positif untuk mengembangkan pariwisata berbasis olahraga, Sandiaga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin muluk-muluk dalam menentukan target.

Sebab, pandemi Covid-19 membuat situasi dan kondisi yang ada selalu berevolusi. Namun, jika seluruh gagasan yang dipaparkan dapat dijalankan, Sandiaga berharap agar penyelenggaraan dapat mengedepankan aspek kesehatan.

“Kita rumuskan bahwa penyelenggaraan ke depan bagaimana kita tingkatkan citra destinasi dengan panduan yang ketat dan disiplin, dan bagaimana event-event yang kita lakukan memiliki dampak positif ke ekonomi masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah,” pungkasnya.



(KOM)