3 Ritus Menikmati Kopi

3 Ritus Menikmati Kopi - Hai sahabat Keparat(*Kebumen Punya Anak Rantau*) , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul 3 Ritus Menikmati Kopi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kuliner, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.



Judul : 3 Ritus Menikmati Kopi
link : 3 Ritus Menikmati Kopi

Baca juga


3 Ritus Menikmati Kopi

Jujur kadang saya merasa kurang pede bila mengaku sebagai pecinta kopi. Maklum saja tiap kali menikmati kopi murni yang ada malamnya tidak bisa tidur. Mata seolah tak bisa terpejam meski telah larut. Alhasil kopi sachetan menjadi pilihan terbaik.

jokoyugiyanto.com
Kopi lebih sebagai sarana atau media untuk bisa membaur dengan yang lain. Diantara sekian banyak kopi kemasan ada kopi nescafe. Alasan paling utama ketika saya pilih kopi ini karena nescafe tanpa ampas. Jadi tidak terlalu berat di tenggorokan, selain itu bisa di kombinasikan dengan yang lain semisal susu atau kreamer.

Tak ada waktu khusus kapan bisa menikmati kopi. Kapanpun di manapun kopi ini bisa di nikmati.

Dan berikut setidaknya 3 ritus menikmati kopi yang saya lakukan:

1.    Menikmati kopi bersama rekan kerja / tetangga
Menikmati kopi tentu lebih enak bila di nikmati dengan kawan-kawan di temani gorengan.  Kopi bisa menghangatkan suasana. Semakin larut waktu tak membuat kami beranjak. Suasana makin hangat di temani secangkir kopi dan canda tawa.

2.    Di rumah Work From Home sendiri
Saat ini di masa pandemic Covid-19 pun di saat kita tak bisa berkumpul dengan yang lain menikmati sajian kopi bukan hal yang aneh. Dalam sendiri di malam hari, cukup dengan laptop saya bisa bekerja lebih produktif dengan kopi sachetan ini.

3.    Saat naik gunung
Mengenang dulu saat masih muda, di mana saya bergabung dengan komunitas pecinta alam. Di mana malam bukan hal yang aneh bagi kami untuk melakukan pendakian. Oleh karena itu kopi kemasan menjadi salah satu amunisi yang harus ada.

Di tengah malam kami biasanya akan istirahat sejenak. Dalam rehat tersebut kami tak lupa untuk menyeduh kopi. Satu panci ukuran 2 liter itu biasanya akan penuh dengan air kemudian kami tambahkan kopi dan gula.

Siapapun mereka, pada pendaki yang kebetulan bersua dengan kami dan istirahat di persilakan untuk menikmati. Malam terus berjalan dan saatnya melanjutkan pendakian untuk menuju puncak.

Usai menikmati kopi itu kami pun lebih saling mengenal satu sama lain. Tak ada rasa lelah meski perjalanan telah berlangsung beberapa jam. Yang ada kemudian adalah senyum tersungging saat berada di puncak gunung.

Dan lagi-lagi ritus menikmati kopi nescafe tanpa ampas akan kembali terulang.