Mencegah Bagaimana INFORMASI RAHASIA Dapat Jatuh Ketangan Yang Salah/Lawan

Mencegah Bagaimana INFORMASI RAHASIA Dapat Jatuh Ketangan Yang Salah/Lawan - Hai sahabat Keparat(*Kebumen Punya Anak Rantau*) , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mencegah Bagaimana INFORMASI RAHASIA Dapat Jatuh Ketangan Yang Salah/Lawan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Community Development, Artikel Security, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.



Judul : Mencegah Bagaimana INFORMASI RAHASIA Dapat Jatuh Ketangan Yang Salah/Lawan
link : Mencegah Bagaimana INFORMASI RAHASIA Dapat Jatuh Ketangan Yang Salah/Lawan

Baca juga


Mencegah Bagaimana INFORMASI RAHASIA Dapat Jatuh Ketangan Yang Salah/Lawan

Beberapa bulan yang lalu,tepatnya pada hari Senen tanggal 16 juni 2008 pkl. 19.00, disalah satu siaran TV Swasta, kita dikejutkan dengan adanya berita, salah seorang pejabat tinggi pemerintahan Kerajaan Inggris, telah diberhentikan dengan tidak hormat karena lalai membawa pulang dokumen penting dan tertinggal dibangku kereta bawah tanah. Dokumen tersebut diketemukan oleh seorang pelajar dan kemudian diserahkan ke Polisi setempat, yang selanjutnya mengamankannya dan mengembalikannya ke Departemen asalnya.
Akhir2 ini terjadi percobaan penipuan dengan Modus Operandi kecelakaan keluarga, kemudian menghubungi keluarga melalui HP atau telepon rumah, dengan memanfaatkan data keluarga dekat maupun keluarga jauh, sehingga ”korban” percaya dengan ”berita” yang dikirim. Selanjutnya keluarga korban akan kehilangan sejumlah biaya yang cukup besar.
Dari peristiwa tersebut, dapat diambil pelajaran yang sangat berharga, yaitu bahwa kemungkinan besar hal tersebut akan dapat juga terjadi pada diri kita, karena faktor kesengajaan atau ketidaksengajaan. Sengaja menyerahkan dokumen karena alasan pribadi, seperti untuk mengatasi masalah keuangan keluarga, atau seperti ajakan untuk bermitra dalam suatu usaha Bisnis, atau tidak sengaja menyerahkan dokumen karena kepandaian lawan, contohnya mungkin dengan memanfaatkan wanita sebagai umpan.

Lalu bagaimana upaya kita untuk menghindarinya ?

Sebelumnya, kita perlu ketahui, bahwa INFORMASI itu dapat berupa Data tertulis seperti Dokumen atau surat2, maupun tidak tertulis seperti berita melalui pembicaraan langsung atau melalui alat komunikasi.

Ada 3 ( tiga ) langkah yang dapat kita lakukan,
1. Klasifikasikan Informasi yang dimiliki,
2. Ketahui modus operandi yang biasa dilakukan,
3. Lakukan upaya pencegahan,

Langkah 1(Pertama), Klasifikasikan Informasi yang dimiliki,

Pada dasarnya, informasi terbagi dalam tiga periode, yaitu informasi masa lalu (past information), informasi saat ini (current information) dan informasi ramalan (Forcasting Information).

Nah, kemudian informasi2 tersebut dibagi dalam 4 (empat) klasifikasi sesuai tingkat kepentingannya/kerahasiaannya (Cat. Klasifikasi ini dapat lebih, sesuai yang dibutuhkan), seperti :

  1. Informasi Biasa , tingkat paling rendah, informasi tersebut boleh diketahui oleh semua orang.
  2. Informasi terbatas/ konfidensial, informasi tersebut boleh diketahui terbatas pada orang2 tertentu saja.
  3. Informasi Rahasia , informasi hanya boleh diketahui oleh orang2/pejabat pada level tertentu , dan sudah disimpan pada tempat khusus .( Peti besi , Bank dll )
  4. Informasi sangat rahasia , tingkat paling tinggi, informasi hanya boleh diketahui oleh oleh orang2/pejabat yang sangat2 terpilih , dan disimpan pada tempat yang lebih khusus, ( Ruangan dengan pengamanan tingkat tinggi, Bank dll ) .

Klasifikasi ini dapat bersifat statis, dapat pula dinamis, mengikuti situasi yang berkembang saat itu, seperti klasifikasi biasa dapat berubah menjadi rahasia atau sebaliknya yang rahasia dapat menjadi biasa karena sudah terbuka untuk umum.

Perubahan klasifikasi dapat terjadi karena kesengajaan atau ketidak sengajaan seperti sengaja diturunkan klasifikasinya karena memang bukan rahasia lagi , atau tidak sengaja terbuka karena lalai atau teledor, sehingga diketahui oleh orang yang tidak berhak.
Perubahan klasifikasi ini harus segera diikuti oleh perubahan administrasi, agar informasi yang tadinya bersifat biasa kemudian berubah menjadi Rahasia dapat diperlakukan sebagai Informasi Rahasia .

Langkah ke 2 (Kedua), Ketahui Modus Operandi Yang Biasa dilakukan,

Untuk mendapatkan informasi biasa, pada umumnya sangat mudah diperoleh, seperti dari media cetak, koran majalah dan buku2, atau media elektronik seperti TV, Radio atau internet. Persoalan akan timbul bila ingin mendapatkan informasi Rahasia atau Sangat Rahasia, sangat sulit diperoleh, karena pada umumnya sudah diamankan oleh manusia yang dilengkapi dengan peralatan yang sangat canggih. Namun karena semua direncanakan, diciptakan dan dilaksanakan oleh manusia, maka selalu ada celah atau kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi rahasia tersebut.
Oleh sebab itu, untuk memperoleh informasi rahasia tersebut, sasaran pokoknya adalah manusianya, manusia yang merencanakan, yang melaksanakan maupun yang ditunjuk untuk mengawasinya, bahkan untuk membongkar peralatannya, sasarannya tetap manusia yang mengoperasikan peralatan tersebut.

Lalu, bagaimana mengetahui Modus Operandi yang biasa dilakukan ?

Modus Operandi yang dilakukan biasanya, melalui langkah2 :
1. Menentukan sasaran,
2. Menentukan cara (Taktik dan Teknik)mendekati sasaran.

1. Menentukan sasaran,
Selama ini yang dapat dijadikan sasaran adalah :
a. Sasaran Utama atau Sesungguhnya,
Sasaran Utama, adalah sasaran yang mempunyai akses langsung, atau mempunyai kewenangan atau mempunyai kekuasaan langsung atau dapat memerintahkan kepada orang lain untuk memberikan informasi yang kita inginkan. (PresDir, Dir,atau calon ”korban” dll).
b. Sasaran Alternatif,
Adalah sasaran yang kita pilih bila sasaran utama tidak dapat didekati, atau tidak dapat memberikan informasi yang kita perlukan. Sasaran ini adalah seseorang yang sangat dekat atau sangat dipercaya atau sangat tergantung atau sangat diperlukan atau sangat berpengaruh dengan sasaran utama. Atas pengaruh dari sasaran antara ini, kemungkinan sangat besar Sasaran Utama akan terpengaruh untuk secara sengaja atau tidak sengaja akan memberikan informasi. (Isteri, Orang tua, Anak, Penasehat spiritual, Sekretaris dll )
c. Sasaran Darurat,
Adalah sasaran yang kita pilih bila a dan b tidak dapat didekati atau dipengaruhi sehingga kita tidak dapat mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Sasaran ini adalah seseorang yang mempunyai akses langsung terhadap sasaran a dan b, sehingga melalui dirinya diharapkan dapat diperoleh informasi yang kita butuhkan, atau cara2 untuk mendapatkan informasi, langsung tanpa melalui sasaran a atau b (Sopir, OB, Cleaning Service, PRT, Tkg Pijat favorit, Tkg sayur, Mbok Bakul Jamu, Tkg Bakso, dll)

2. Menentukan cara mendekati sasaran,
a. Siapa yang akan melaksanakan.
Untuk menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas, kita perlu menentukan siapa sasaran kita, hal ini untuk menghilangkan kecurigaan sasaran kita. Kalau orang yang kita tunjuk tidak tepat atau tidak setingkat (kesetaraan menjadi sangat penting), kemungkinan akan ditolak untuk berkomunikasi langsung.
b. Apa yang kita cari, akan merupakan bahan pembicaraan utama, namun demikian perlu dicari bahan pembicaraan antara, tidak langsung kepokok permasalahan, sehingga Orang tersebut dapat diterima oleh sasaran kita, dan dapat nyambung pembicaraannya, jangan sampai bisa masuk tetapi tidak nyambung pembicaraannya.
c. Dimana kita akan berkomunikasi, lokasi/tempat dapat ditentukan atas inisiatif kita atau atas inisiatif sasaran, yang terbaik adalah kita yang menentukan, karena akan dapat mempersiapkan segala sesuatunya, seperti alat perekam, foto dll.
d. Kapan waktu pertemuan, sama dengan point c. Pemilihan waktu menjadi sangat penting, karena pemilihan yang tidak tepat akan mengganggu privacy. Waktu juga menentukan keberhasilan, dapat selesai dalam waktu dekat atau panjang, sangat tergantung dari keberhasilan kita meyakinkan sasaran.
e. Bagaimana kita dapat mendekati sasaran, merupakan seni tersendiri. Pelaksana akan berperan sebagai apa (taktiknya), sebagai Direktur, wartawan, Konsultan, bahkan sebagai Pacar dll. Peran yang dilakukan harus dilengkapi dengan peralatan pendukung yang memadai (tekniknya), kalau Direktur harus dilengkapi dengan menguasai peran yang dimainkannya. Kalau Wartawan harus dilengkapi dengan alat2 fotografi atau komunikasi, kalau tkg sayur harus tahu sayur2an dll.
Pelaku harus mempelajari perilaku Sasaran, kebiasaan sehari2, sosial budayanya, hobbynya dll.
Kalau kita akan memanfaatkan sasaran Altenatif atau darurat, maka sasaran tersebut harus mendapatkan pengarahan yang akurat, karena kalau gagal dapat menjadi bumerang bagi si pengguna .

Langkah ke 3 (tiga) Lakukan upaya pencegahan,

Kita telah mengetahui bahwa informasi yang kita miliki sebenarnya dapat dikelompokkan dalam 4 (empat) klasifikasi, disamping untuk mempermudah pencarian, juga untuk meningkatkan pengamanan. Kita juga sudah mengetahui siapa saja yang dapat memberikan informasi dan bagaimana orang akan memperoleh informasi, dari mulai secara terbuka dan sopan sampai dengan cara yang paling gelap dan kejam. Kita mulai menyadari ternyata lingkungan kita sebenarnya tidak sepenuhnya aman, manusia dengan barang2 buatannya, selalu menyimpan kelemahan, oleh sebab itu harus ada upaya untuk mencegah seminimal mungkin, kebocoran informasi .

Ada 4 (empat) langkah yang dapat dilaksanakan :

Langkah 1,
Segera klasifikasikan surat2 yang ada dan simpan sesuai klasifikasinya. Surat-surat yang berubah klasifikasinya segera sesuaikan atau musnahkan, pemusnahan yang terbaik adalah dibakar atau dihancurkan dengan mesin penghancur kertas. Informasi yang tidak tertulis, segera ditransfer ketertulis dan segera diklasifikasi. Penggandaan surat2 Rahasia harus tepat jumlahnya, jangan berlebih. Penggandaan yang berlebih atau rusak segera dihancurkan, jangan karena alasan efisiensi lalu digunakan sebagai kertas buram.
Pengiriman dokumen harus aman dan tepat pengirim dan penerimanya, pembungkus/amplop harus tertutup rapat, tidak mudah terbuka/dibuka .
Meja kerja harus dalam keadaan bersih dari dokumen rahasia, laci meja harus yakin sudah tertutup dan terkunci dengan kunci yang sudah diamankan (kunci tidak mudah dibuat duplikatnya).
Langkah 2,
Selalu waspada terhadap setiap personil yang mendekati, tanpa kepentingan yang jelas .
a. Buatlah pertemuan yang terencana, waktu, tempat dan topik yang akan dibicarakan.
b. Persiapkan materinya sehingga tidak ada materi rahasia yang bakal terungkap, jawab pertanyaan seperlunya.
c. Persiapkan tempat sebaik-baiknya, agar tidak mudah bocor, sebaiknya kita yang menentukan tempat pertemuan.
d. Selesai pertemuan, yakinkan tidak ada dokuman yang tertinggal atau terbawa.
Langkah 3,
Perhatikan kegiatan personil/orang2 yang ada disekeliling anda, apakah Sekretaris, Isteri, Orang Tua, Sopir atau OB, melakukan hal-hal yang tidak biasanya, seperti bertanya masalah pekerjaan yang cukup mendetail.
Kadang2 pertanyaan sangat sederhana, sehingga kita tidak menyadari bahwa pertanyaan tersebut sudah mengorek informasi. Jawab atau bercerita seperlunya, serta waspada terhadap seseorang yang sok akrab.
Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut perlu ada langkah2 preventif, yaitu perekrutan yang cermat dan teliti terhadap personil yang akan membantu pekerjaan anda.
Langkah 4,
Perhatikan sarana komunikasi anda. Pada masa kini, peralatan komunikasi semakin canggih, demikian pula alat-alat penyadap komunikasi sudah sedemikian majunya, sehingga dapat dikatakan sudah tidak ada lagi percakapan melalui alat komunikasi yang benar2 aman tanpa alat pengaman. Oleh sebab itu percakapan rahasia harus dilindungi dengan alat pelindung/pengaman (Crypto), atau tidak melakukan percakapan rahasia melalui alat komunikasi.

Demikianlah, sedikit gambaran, bagaimana Informasi Rahasia dapat jatuh ketangan lawan , sekaligus upaya apa yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasinya .


by : Bambang Pangestoe